My Birth Story

Melahirkan adalah pengalaman yang akan selalu diingat bagi setiap ibu sampai akhir hayatnya. Saya sangat bersyukur di kehamilan yang pertama ini dapat memiliki pengalaman melahirkan yang sangat luar biasa (at least menurut saya) dan menyenangkan. Tidak ada rasa takut, tidak ada rasa trauma, tidak ada rasa kesal dan sesal, yang ada hanyalah rasa bahagia. Alhamdulillah..

Selama hamil dan proses persalinan saya hanya ditemani oleh hubby. Ditinggal sendirian di flat karena hubby harus menyelesaikan essaynya di perpus semalaman rasanya sudah biasa. Sampai detik-detik menjelang kelahiran dede bayi pun hubby masih harus berjuang dengan disertasinya. Sehingga perhatian dan waktu yang diberikan hubby pun terbatas. Meskipun hubby dalam proses pengerjaan disertasi, tapi Ia tidak pernah absen untuk menemani saya pada setiap kelas-kelas kehamilan dan pemeriksaan rutin ke bidan. Dengan support hubby lah saya mampu.

Pagi itu hari minggu tanggal 24 September 2017 sekitar jam 2 dini hari saya terbangun karena merasakan tendangan heboh dari dede bayi di sisi kiri atas perut saya. Sambil mengelus-elus perut dan menyapa dede, saya bangun sebentar lalu lanjut tidur lagi. Esok harinya senin pagi ketika saya akan pipis, saya lihat ada sedikit darah di celana dalam. Wah tanda-tanda nih! Rasanya excited sekali karena tau kalau dalam waktu dekat akan bertemu dede bayi. Saya sangat girang! Buru-buru saya beritahu hubby yang masih sibuk berjuang menyelesaikan disertasinya. Hubby juga ikut senang tapi sedikit panik karena Ia masih ada tanggung jawab lain yang harus dikumpulkan jam 12 siang hari senin itu. Sambil mengusap perut saya hubby bilang “tunggu ya de, dikit lagi papa selesai ngerjain disertasinya.”

Semangat Pa! 😊

Saya mengingat-ingat, semasa hamil saya memang sering mengajak dede mengobrol. Salah satu obrolan yang saya lakukan setiap malam sebelum tidur mulai dari trimester kedua kehamilan adalah meminta dede memberi saya kode jika Ia ingin segera dilahirkan. Saya berucap “De, kalo kamu mau lahir kasih tau mama ya sehari sebelumnya, kamu tendang-tendang di sini (sisi kiri atas perut saya) sampai mama ngeh.” Saya mengelus dan menunjuk bagian perut yang saya inginkan ditendang-tendang oleh dede ketika Ia minta dilahirkan. Barulah saya ngeh kalau sepertinya tendangan dede dini hari kemaren adalah kode darinya agar mamanya segera mempersiapkan diri untuk menyambut kelahirannya. 😊

Selain soal kode, obrolan dengan dede semasa hamil juga tentang bagaimana nanti proses persalinan yang kita (saya & dede) harapkan. Selalu setiap sebelum tidur saya sampaikan kepada dede kalau saya akan berusaha membantunya lahir ke dunia dengan penuh cinta dan damai. Saya ajak dede bayi agar nanti ketika kontraksi datang Ia segera turun ke panggul secara perlahan menuju jalan keluarnya. Saya ajak dede bayi agar nanti selama kontraksi kita habiskan lebih banyak waktu di rumah saja dengan bermain gymball, mandi atau jalan-jalan ke sekitar rumah. Saya juga mengajak dede bayi menjaga agar ketuban pecahnya nanti saja ketika benar-benar sudah dekat waktu melahirkan. Saya juga menyemangati dede bayi dengan mengatakan bahwa saya yakin dan mempercayainya dalam memilih jalan lahirnya sendiri.

Senin itu, sembari menunggu hubby menyelesaikan disertasinya, dari pagi hingga sore hari saya mempersiapkan diri. Sambil mendengarkan afirmasi hypnobirthing, saya latihan mengatur nafas berkali-kali. Saya juga mencari tau lebih lanjut tentang mucus plug dan memastikan bahwa darah yang keluar tadi pagi adalah wajar. Biasanya 2 hari sekali saya latihan yoga setiap sore, tetapi hari itu saya memutuskan tidak melakukan yoga. Hanya berjaga-jaga saja agar ketuban tidak pecah duluan. Jadi olahraga yang saya lakukan untuk mempersiapkan fisik yaitu dengan duduk di gymball sambil mendengarkan musik (Despacito – Swalla – Look What You Made Me Do, diputar berulang-ulang haha!) agar otot-otot di area panggul merenggang.

Siang menuju sore hari saya mulai merasakan kontraksi. Kontraksinya masih santai dan jarak per kontraksi masih cukup lama. Saya masih melakukan aktifitas seperti biasa. Setiap kontraksi datang, saya langsung duduk di gymball sambil bernyanyi dan bergoyang. Atau berjalan memutari kamar. Semakin aktif saya bergerak maka semakin samar rasa nyeri yang muncul dari gelombang cinta yang dikirimkan dede bayi kepada saya. Oh ya, selama hamil tua saya tidak pernah merasakan yang namanya Braxton Hicks. Ketika mulai kontraksi, dengan sendirinya saya tau itu adalah kontraksi yang asli. Gimana membedakan kontraksi asli dan palsu? Ini adalah pertanyaan umum para bumil baru, termasuk saya.

Jawabannya: “you know when it’s coming.” (tiba-tiba ingat kata bidan saya) 😊

Sore hari menuju malam, darah keluar lagi tapi masih sedikit. Kontraksi mulai semakin intens. Yang tadinya saya masih bisa ketawa-ketawa sambil merasakan kontraksi, saat itu setiap kontraksi datang saya mulai memusatkan perhatian agar dapat mengikuti irama kontraksinya. Saya usahakan agar tidak melawan rasa sakit yang muncul untuk membuat pikiran dan otot-otot semakin rileks. Sekitar jam 9 malam, kontraksi sudah 511 (muncul setiap 5 menit sekali, dengan durasi 1 menit per kontraksi, dan berlangsung selama 1 jam). Saya meminta hubby untuk menelpon rumah sakit. Bidan yang menjawab telpon tersebut menyarankan saya tetap berada di rumah dulu lalu kembali menghubunginya jika kontraksi sudah menjadi 311.

Hampir jam 11 malam pada saat itu kontraksi saya sudah menjadi 311. Tadinya saya sempat ingin menunda menelpon bidan karena saya mau selama mungkin berada di rumah. Meskipun kontraksinya sudah intens sekali, rasanya saya masih bisa menikmatinya di rumah saja. Tetapi ketika saya pipis, tiba-tiba keluar darah segar lagi dan kali ini dengan jumlah yang banyak. Saya kaget sekali! Sebisa mungkin saya mengontrol perasaan kaget itu dengan membayangkan bahwa sebentar lagi akan bertemu dede bayi. Dan itu berhasil membuat saya kembali tenang. Hubby kembali menelpon bidan dan akhirnya bidan mempersilahkan kita ke rumah sakit untuk diperiksa.

Tas bersalin sudah disiapkan, hubby pun memesan uber (iya, naik uber, nasib anak rantau yang jauh dari keluarga hehe). Perjalanan menuju rumah sakit hanya 10 menit. Dalam diperjalanan saya meminta supir uber tersebut untuk berjalan santai saja karena saya tidak ingin terlalu banyak guncangan. Dan juga jika supirnya ngebut malah akan membuat saya tegang. Sesampainya di RS RVI (Royal Victoria Infirmary) Newcastle, saya masih harus menunggu sekitar setengah jam karena ternyata cukup banyak juga bumil-bumil yang ingin diperiksa malam itu.

Rasa nyeri dari kontraksi mulai membuat saya merintih kecil. Di ruang tunggu, saya masih terus berusaha untuk selalu mengikuti irama kontraksi dan tidak melawan rasa sakitnya. Ternyata semakin susah ya Allah! Fokus saya pun mulai sedikit terbagi karena menunggu di sana rasanya tidak senyaman di rumah. Sembari menunggu giliran periksa, di setiap kontraksi saya memejamkan mata dan menggenggam tangan hubby yang selalu memberikan saya semangat. Lumayan sekali membantu membuat saya kembali nyaman.

Setelah bidan melakukan pengecekkan, ternyata saya sudah pembukaan lima. Wah, sudah senyeri ini ternyata masih bukaan lima (yaolohhh tulungg…). Segera saya diantarkan oleh bidan ke ruang delivery di lantai atas. Fyi, dari turun uber sampai masuk ke ruang delivery saya tidak naik kursi roda, yap, saya jalan kaki. Rasanya nyeri-nyeri sedap! 😀 Tadinya waktu turun dari uber hubby sempat menarik kursi roda agar saya duduk, tapi saya lebih suka jalan kaki biar kontraksinya jadi lebih enak.

Kalau ditanya, emang sesakit itu kah? Sebenarnya pada saat itu rasanya memang sangat sakit dan membuat saya tidak nyaman. Tapi saya berusaha membuat rasa nyerinya menjadi samar dengan mengikuti irama setiap kontraksi yang datang sambil terus mengatur nafas. Di dalam hati saya selalu mengingatkan diri sendiri bahwa semua rasa sakit yang sedang dan yang akan saya alami ini adalah proses alamiah dari tubuh saya untuk mengantarkan dede bayi terlahir ke dunia. Saya siap berpasrah kepada Allah untuk apa yang akan terjadi nantinya di ruang persalinan. Meskipun saya sangat berharap dapat melahirkan secara normal alami, tetapi pada titik itu saya berserah kepada Allah agar bagaimana pun nantinya jalan yang dipilih oleh dede bayi untuk dilahirkan (normal atau caesar), saya ikhlas.

Saya pun sangat bersyukur karena hubby selalu tenang selama menemani saya sehingga membuat saya juga ikut tenang menghadapi apa yang akan terjadi. Itulah yang kadang membuat saya lupa dengan rasa sakitnya.

Sesampainya di ruang delivery, saya dipersilahkan oleh bidan untuk rebahan di kasur. Ruangan delivery-nya cukup hangat dengan pencahayaan yang redup (ini yang saya harapkan). Di dalam ruangan hanya ada saya, hubby dan 1 bidan yang standby. Tidak ada orang lain yang keluar masuk ruangan untuk mengecek ini itu sehingga suasana yang tenang tetap terjaga. Bidan yang menemani saya sangat ramah dan selalu berbicara dengan lembut. Ia menenangkan saya dengan mengatakan “don’t worry, you’re doing great, you’re amazing” sampai beeeerulang-ulang. Bisa dibilang dari segi ruangan/tempat melahirkan, bidan, dan pelayanan dari rumah sakit sukses membuat saya merasa nyaman dan aman selama prosesnya.

Pendarahan tadi membuat saya tidak diperbolehkan melahirkan di dalam air karena saya harus dipasangi alat untuk memantau detak jantung bayi (padahal dari duluuuu banget bahkan sebelum nikah saya punya cita-cita suatu saat bisa waterbirth, mungkin anak kedua nanti?). Alat tersebut terhubung ke mesin yang ada di sebelah saya, jadi saya tidak bisa berjalan terlalu jauh dari kasur. Di dalam ruang bersalin, saya tetap berusaha bergerak aktif dengan sering merubah posisi (tidak dalam posisi tidur melulu) yaitu dengan berdiri/berjalan di sekitar kasur, menungging di atas kasur atau menungging di pinggir kasur.

Bidan yang menemani saya sangat sabar dan pengertian. Berkali-kali Ia harus memperbaiki letak alat detak jantung bayi yang terpasang diperut saya karena saya selalu mengubah posisi dan berjalan ke sana kemari demi menemukan posisi ternyaman selama kontraksi. Hubby yang masih sangat lelah dan mengantuk karena berhari-hari begadang menyelesaikan disertasinya, selalu sigap memijat pinggang/panggul saya setiap saya merintih. Sesekali hubby juga mengusap rambut dan mencium kening saya untuk memberikan semangat.

*Buat para suami dan calon suami di luar sana, mengusap, memijat, menggenggam tangan, dan mencium istri saat istri akan melahirkan buah hati kalian, itu akan sangat sangat sangat membantu menguatkan dan menenangkan hatinya. Selain doa, sikap suami yang tenang dan penuh cinta pasti akan membuat istri semakin semangat berjuang. Jadi jangan dihemat-hemat ya perhatiannya karena istri lagi butuh-butuhnya 😊

Sekitar jam 3 dini hari, saya meminta dipasangi epidural. Rasanya sudah tidak kuat lagi bertahan. Kira-kira hampir jam 4 dokternya baru bisa datang ke ruangan saya. Dalam proses pemasangan, Byaarrr!! Ketuban saya pecah! Di hati masih sempat berfikir, ‘ohh gini ya rasanya ketuban pecah, lucu juga hehe..’ Ketubannya banyak sekali berceceran di lantai (berasa kaya habis diguyur air sebaskom haha) 😀

Dokter yang memasang epidural terpaksa harus mengulangi pemasangannya di titik lain karena saya terlalu banyak gerak waktu ketuban pecah. Setelah selesai dipasang, rasa sakitnya malah semakin menjadi-jadi. Epiduralnya sama sekali tidak berfungsi. Benar-benar sedikit pun tidak membantu mengurangi rasa sakitnya! Ternyata tadi pembukaan saya sudah hampir sempurna waktu proses pemasangan. Karena ada prosedur tertentu dari epidural, saya diminta menunggu 1 jam baru boleh memulai proses ngeden-mengeden (padahal rasanya dede bayi udah diujung tanduk banget loh). Sabar ya, De 😊

     Aku belum ngeden taktuntuang-taktuntuang…~ Karna masih nunggu sejam taktuntuang-taktuntuang…~

Next.

Mulailah saat yang ditunggu-tunggu (ngeden). Prosesnya cukup panjang dan memakan waktu sekitar 2 jam. Di sela-sela waktu mendorong dede bayi keluar, saya malah tertidur. Ntah karena efek belum tidur semalaman atau efek epiduralnya (?), perasaan saya ngantuk sekali. Plus, sakitnya juga mulai berkurang jadilah semakin pulas tidur saya.

Mungkin bagi beberapa orang yang mendengar cerita saya akan berkomentar, ‘wah lama juga prosesnya sampai 2 jam, pasti sakit banget’ – ‘wah kasian harus ngeden sampai berjam-jam’ blablabla dan seterusnya. Jujur, justru proses ngeden yang berlangsung kurang lebih 2 jam itu adalah proses yang paling saya nikmati. Proses yang paling ‘enak’. Saya bahkan sampai tertidur berkali-kali dan masih sempat minum di sela-sela prosesnya. Rileks dan damai.

Ketika bersalin saya dibantu oleh dokter dan bidan. Hubby selalu berada di sebelah saya sambil sesekali melihat ke bawah dan memberitahu kalau rambut dede sudah mulai kelihatan. Pada saat mengeden, bidan yang membantu selalu mengingatkan saya untuk mengatur nafas agar saya tidak kelelahan. Dokternya juga menyarankan mengeden tanpa suara supaya energi tetap terjaga.

Tepat jam 08.21 tanggal 26 September 2017 (padahal due date 8 Oktober 2017), lahirlah putri cantik kami ke dunia. Ketika terdengar tangis kecilnya dan melihat bidan mengangkatnya keluar untuk mengantarkannya ke dada saya, suasana sekejap seperti hening.

Detik-detik seperti melambat.

Suara orang-orang di sekitar saya menjadi samar.

Pikiran saya hanya terfokus pada rupa dan suara tangis si bayi mungil yang perlahan mendekat ke arah saya. Tangis bahagia saya pun pecah melihat sosok yang selama ini saya nantikan kehadirannya. Sosok yang selama hampir 9 bulan menemani saya ke mana-mana. Sosok yang selalu saya ajak bercerita tentang apapun. Sosok yang sering menendang-nendang perut saya setiap saat. Sosok yang sangat saya cintai sejak dirinya belum terlihat. Sosoknya sekarang begitu nyata.

IMG_1745

Saya sangat bersukur kepada Allah atas pencapaian yang luar biasa ini. Rasa sakit, keringat, dan capek selama proses persalinan tadi sekejap lupa dan hilang. Dede bayi yang kami panggil Qila, ketika terlahir ke dunia hanya menangis sebentar. Tangisnya reda saat Qila berada di pelukan saya untuk skin to skin. Bidan memperbolehkan saya melakukan skin to skin selama mungkin yang saya mau. Selama di rumah sakit Qila tidak pernah dipisahkan sedetik pun dari pandangan saya. Semua pemeriksaan terhadap bayi dilakukan di dalam ruangan bersama saya. Bidan, dokter, perawat, maupun bidan laktasi yang mau mengecek kondisi saya dan bayi masuk bergantian ke ruangan. Mereka tidak membawa bayi ke ruangan khusus bayi, melainkan meletakkan bayi di crib tepat di sebelah ibunya sepanjang hari sampai waktunya pulang.

Apakah dijahit? Iya. Tapi tidak sakit sama sekali karena efek bius lokalnya. Beberapa jam setelah dijahit saya pun sudah bisa mondar mandir ke kamar mandi sendiri. Waktu mau pulang ke rumah, dari kamar menuju ke lobi depan rumah sakit tempat uber menunggu, saya juga jalan kaki dan tidak menggunakan kursi roda. Dokter dan bidan di rumah sakit menyarankan agar saya banyak bergerak (tapi tidak memaksakan diri, kalau dirasa sakit ya berhenti) supaya cepat pulih.

Oh ya, di sini semua bayi yang baru lahir tidak langsung dimandikan. Paling cepat mereka memandikan newborn adalah satu hari setelah kelahirannya. Gunanya untuk menstabilkan gula darah bayi, menjaga temperature badan bayi, mencegah resiko terkena infeksi (karna newborn masih dilapisi dengan Vernix), dan juga dapat membantu mensukseskan breastfeeding (menyusui dapat lebih berhasil jika ibu dan bayi tidak dipisahkan dengan prosedur medik ataupun mandi karna bayi selalu menempel dengan ibunya). Qila dimandikan 2 hari setelah lahir tepat di pagi hari sebelum pulang ke rumah. Bidan yang memandikan juga mengajarkan saya dan hubby cara memandikan bayi yang benar dan memastikan sampai kami mengerti.

Senang, haru, lega, bahagia, semua campur aduk.

Alhamdulillah ya Allah..

Bagi para bumil, jangan pernah menyepelekan the power of ngajak bayi ngobrol sejak dalam kandungan karena apapun yang kamu sampaikan kepada dede bayi sejak dalam kandungan mungkin akan Ia ingat dan Ia realisasikan. Yakinlah jika kamu percaya bahwa bayimu hebat dan mampu berjuang bersama mu, maka Ia akan membantu mu dengan cara yang luar biasa indahnya.

IMG_1747

Sehat, selamat, dan sempurna.. 😊

Ps: semua biaya persalinan = gratis. Yayyy!

Cheers! @fidihersani

Advertisements

Pengalaman Hamil Pertama di Newcastle (Trimester 1 & 2)

IMG_0663-

Suatu hari yang biasa di bulan February 2017, rasanya tiba-tiba ingin sekali minum coca-cola (dalam setahun palingan minum soda cuma pas lebaran). Saya bilang ke hubby tolong belikan coca-cola di warung sebelah flat. Lalu dibelilah minuman bersoda (kalau tidak salah yang dibeli bukan coca-cola, seperti biasa hubby sukanya beli minuman dengan rasa yang aneh-aneh). Yasudahlah yang penting minum soda dingin. Saya tuang hanya setengah gelas saja dan minum beberapa teguk lalu berhenti. Ada pikiran semacam “Ah, kayanya jangan banyak-banyak deh.” Setelah itu muncul perasaan bersalah karena meminum minuman yang kurang sehat, tapi saya kira itu hanya sekedar perasaan biasa karena saya sudah terbiasa tidak minum soda.

Selang beberapa hari setelah coca-cola…

Setiap pasangan punya kebiasaan yang berbeda-beda dalam hal quality time atau cara bonding satu sama lain di waktu berdua. Sering kali saya superaktif sendiri tanpa sebab yang wajar (joget-joget, ketawa-ketawa evil, jungkir balik di kasur, dll). Kalau kata kakak saya: “Kau tuh kebanyakan makan gula!” HAHA! 😀 Di hari itu ekspresi superaktif saya adalah lari-larian di dalam flat dari ujung ke ujung lalu melompat ke arah hubby (ala ala pemain smackdown, LOL). Kalau lagi beruntung, hubby kuat menangkap badan saya yang super ini, tapi ada kalanya juga dia ikutan terjatuh karna saya landing terlalu heboh 😀

Melihat ada hubby di dapur, larilah saya dari ujung jendela kamar ke arah dapur dengan niat mau melompat ke arah hubby dan menyemackdown-nya (don’t try this at home ya, hanya untuk professional). Waktu jarak sudah dekat dan tinggal melompat saya berhenti tiba-tiba dan berucap kata “Ah jangan deh, siapa tau hamil hehe..” Sambil ketawa sendiri saya balik badan dan kembali beraktifitas layaknya orang normal. Setelah itu, ada perasaan senang sendiri di dalam hati dan yakin sepertinya saya hamil. Tapi balik lagi, karena saya orangnya memang suka tiba-tiba excited dengan hal-hal yang kurang jelas, jadi saya mengabaikan feeling itu.

Lama-lama ada perasaan yang ‘menyuruh’ untuk mencari tau apakah saya beneran hamil atau hanyalah fatamorgana semata. Awalnya iseng-iseng minta tolong hubby untuk beli testpack dan langsung dicoba besok paginya. Ntah kenapa feelingnya kuat, rasanya mau buru-buru nyobain testpacknya di hari itu juga. Tapi setelah baca-baca katanya paling pas kalau test dilakukan di pagi hari. Waktu test pipis besok paginya, hasilnya adalah dua garis, tebal dan tegas! Pikiran saya waktu itu masih setengah-setengah. Masa sih? Wah, apa iya? Walaupun masih bingung, saya tetap tidak bisa menutupi muka yang langsung berubah sumringah waktu melihat hasilnya. Dihati rasanya campur aduk: Ini serius? Beneran? WOW Haha! 😀

Bikin Appointment ke GP

Setelah 3 kali menggunakan testpack (supaya lebih yakin, bahkan hubby ikutan pakai 1 testpack buat perbandingan, hasilnya hubby hanya satu garis haha) dan hasilnya positif, hal pertama yang kita pikirkan adalah ingin segera ketemu dokter. Langsung hubby bikin appointment ke GP (semacam klinik) tempat saya terdaftar. Tadinya saya kira akan bertemu dengan dokter kandungan langsung tetapi waktu itu kebetulan hanya nurse saja yang available dalam waktu terdekat. Sesampainya di GP, saya menjelaskan kepada nurse bahwa saya sudah mencoba 3 testpack dan hasil ketiganya adalah dua garis tegas dan saya ingin memastikan apakah saya benar-benar hamil atau hanya buaian belaka.

Karena saya baru pertama kali periksa kehamilan, ekspektasi saya adalah perut saya langsung di USG atau minimal transvaginal USG (setau saya di Indonesia pasti begitu kalau kalian periksa kehamilan, CMIIW). Ternyata di sini sistemnya berbeda, USG bisa dilakukan jika usia kehamilan sudah mencapai 12 weeks dan pemeriksaanya dilakukan langsung oleh midwife/sonographer di Newcastle Birthing Centre (bukan dengan dokter/nurse yang biasa ada di GP). Saat itu intinya nurse tersebut menjelaskan bahwa hasil testpack adalah 99% akurat dan saya dipastikan hamil. Lalu dia juga menyarankan saya harus menjaga pola makan dan mulai mengkonsumsi folic acid selama trimester 1. Saya juga disuruh mengisi data pribadi dan katanya saya akan ditelpon oleh midwife untuk dijadwalkan bertemu dengannya di Birthing Centre setelah minggu ke delapan kehamilan. Pikir saya: “lama uga ya qaqaaaaaa…..”

Jadwal Bertemu Midwife

Hari demi hari saya diisi dengan kegalauan karena tak kunjung ditelpon midwife. Tidak sabar ingin banyak tanya, ingin di USG, ingin tau ini itu tentang kehamilan, dll. Akhirnya 7 Maret 2017 adalah pertemuan kita pertama kali dengan midwife dengan usia kandungan saat itu sekitar 8 minggu 5 hari. Kegiatan yang dilakukan hanya seputar screening medical history yaitu saya diajukan pertanyaan-pertanyaan dari form yang diisi oleh mindwife terkait dengan rekam medis saya sebelumnya dan riwayat medis keluarga.

Di hari yang sama saya dianjurkan melakukan tes urin dan darah. Saya juga diberikan handbook (semacam buku yang berisi catatan medis kehamilan saya mulai dari hari itu sampai melahirkan + informasi seputar kehamilan, melahirkan, dan menyusui). Semua appointment dan tes-tes yang disarankan dilakukan berikutnya sudah dijadwalkan langsung oleh midwife. Jadi kita hanya tinggal booking jam dan mengikuti saja. Sistem ini sangat membantu saya dan hubby sebagai calon orang tua baru yang masih sangat awam dengan alur pemeriksaan kehamilan, apa yang perlu dilakukan dan bagaimana melakukannya.

USG Pertama

Jadwal USG pertama saya pada sekitar usia kehamilan 13 minggu 3 hari (iya, lama banget). Hari itu sangat kita tunggu-tunggu. Rasanya senang sekali karena akan melihat dede bayi yang ada di perut. Apakah dia sehat? Apakah dia baik-baik saja? Apakah dia senang? Seperti apa aktifitasnya di perut? Seperti apa posisinya sekarang? Pokoknya tidak sabar ingin melihat!

Handbook kehamilan saya bawa seperti biasa, lalu saya tunjukkan ke resepsionis dan setelahnya tinggal menunggu panggilan dari midwife/sonographer saja di tempat tunggu di depan beberapa ruangan USG. Tidak lama kemudian kita dipanggil dan masuk ke ruangan USG, lampu dimatikan dan saya rebahan di kasur yang sudah disiapkan. Sonographer itu mulai mengoleskan gel ke perut saya dan memulai USG. Saya disuruh melihat layar yang menempel di atap ruangan yang menghadap ke muka saya. Dan… Luar Biasa Sekali! Senang dan syukur ketika pertama kali melihat ada bayi di perut saya dan bergerak-gerak waktu di scan. Dede bayinya makin terasa nyata. Sangat sangat sangat bersyukur rasanya, tiba-tiba pengen nangis tapi ditahan karena malu dilihat orang. Alhamdulillah dede sehat 😊

*FYI, di sini pemeriksaan apapun termasuk USG sangatlah privasi. Jadi di dalam ruang USG saya tidak diperbolehkan mengambil gambar, video, atau pun rekaman meskipun sudah meminta izin. (padahal pengen banget path/instastory-in hehe..)

Mual-Mual

Pada bulan pertama kehamilan saya nyaris tidak merasakan perubahan apapun, baik secara fisik maupun emosional. Tetapi yang saya ‘ngeh’ adalah beberapa kali badan saya terasa gampang capek padahal aktifitas di hari itu tidak ada yang berlebihan. Bulan kedua dan ketiga kehamilan adalah puncaknya. Badan rasanya capek terus padahal seharian hanya duduk dan tiduran. All day sickness (not only in the morning). Hidung mulai sensitif menghirup bau-bauan. Sempat mual cuma hanya dengan membayangkan indomie. Padahal seorang Fifin adalah pencinta mie instan! Hidung lebih sensitif lagi kalau mencium bau bawang-bawangan dan turmeric. Selama bulan kedua dan ketiga hamil, setiap masak saya terpaksa pakai masker sambil bolak balik ke jendela untuk menghirup udara segar.

Untuk urusan ngidam saya rasa tidak ‘segitunya’ terjadi di cerita kehamilan saya. Jauh sebelum hamil pun saya memang suka makan dan sering tiba-tiba minta dibeliin makanan. Tidak ada bedanya waktu hamil. Mungkin juga karena dedenya ngerti kalau kita lagi jauh dari kampung halaman jadi tidak minta makanan yang aneh-aneh. Kalau lagi ingin makanan tertentu dan ternyata tidak ada, buat saya tidak masalah, tinggal diganti dengan makanan yang ada saja.

Tapi ada kalanya saya benar-benar ingin sekali makan makanan Indonesia seperti, sop kaki kambing, bebek madura, dan bubur ayam. Saat itu yang saya lakukan untuk mengatasi hasrat tersebut adalah membayangkan membeli makanan itu (ditempat biasa saya makan di Jakarta) dan membayangkan memakannya suap demi suap sampai habis. Lalu langsung tidur setelahnya. Paginya hasrat dan angan-angan tentang makanan itu pergi begitu saja hehe. Seperti sudah dimakan sampai kenyang semalam. Ini cara saya yang selalu ampuh untuk lari dari hasrat yang tidak mungkin terpenuhi. 😀

Selama trimester pertama ini, selain mual-mual perubahan emosional dan mood adalah yang paling drastis terjadi pada saya. Saya yang tidak pernah menangis saat menonton film tersedih sekalipun, tiba-tiba gampang sekali menangis kalau lagi nonton film yang sebenarnya ‘ngak sedih-sedih amat’. Bahkan cuma dengan melihat foto-foto bayi atau ibu yang menggendong bayi di Instagram saja sukses bikin saya nangis lebay. Sudah ditahan-tahan tapi sulit. 😀

Mood juga bisa berubah dalam hitungan detik. Detik ini rasanya ingin keluar jalan-jalan biar sehat, 5 detik kemudian tiba-tiba malas. Saya sendiri pun juga heran dengan diri sendiri, ternyata ini yang disebut ‘hormon bumil’ dan efeknya memang ‘sampe segitunya’ di saya. Sebelumnya saya kira saya tidak akan merasakan perubahan segitu drastisnya soal emosi dan mood. Karena saya memang bukan tipe perempuan yang ‘menye-menye’ (bahkan dulu sempat dijulukin teman ‘hati batu’ saking rasionalnya cara berpikir saya dan bukan pakai perasaan). Ternyata waktu hamil secara alami perubahan-perubahan tersebut nyata terjadi dan pasti awalnya memang sulit dikontrol.

Trimester 2

Memasuki bulan ke empat kehamilan, saya masih merasakan all day sickness namun frekuensinya sudah mulai berkurang dan tidak seintens 2 bulan sebelumnya. Setiap ibu hamil pasti berbeda durasi mual-mualnya.  Kalau saya, rasa mual-mual masih ada sampai usia kehamilan sekitar 3,5 bulan. Tidak ada hal-hal yang aneh selama trimester kedua ini. Gejolak emosi dan mood masih sama dengan trimester 1 tetapi di trimester 2 ini saya sudah mulai terbiasa mengontrolnya. Jadi respon atau ekspresi saya yang muncul terhadap sesuatu yang sensitif tidak selebay sebelumnya. Tapi setelah bulan ke 4 emosi dan mood sudah kembali normal (I guess).

Fisik mulai kembali seperti sebelum hamil, semangat dan bugar. Tidak ada lagi all day sickness. Setiap bangun semangat sudah full. Saya kembali senang dan kuat jalan-jalan ke luar bahkan ke tempat yang jauh. Pada trimester ini hal baru yang saya rasakan adalah pertama kalinya dalam hidup mengalami mimisan 2 kali di waktu yang berbeda. Mimisan pertama (kayanya) karena perubahan cuaca yang drastis dan kebetulan saya habis jalan-jalan keluar flat. Mimisan kedua (kayanya) karena terlalu lelah sehabis trip 2 hari full ke London dan ternyata saat itu cuaca di London juga sangat panas (waktu berangkat dari Newcastle masih dingin dan menggunakan jaket). Dan mimisan yang kedua ini yang lebih parah (seperti orang habis ditonjok di hidung).

Selebihnya, trimester ke 2 memang masa-masanya bumil yang paling enak. All day sickness sudah lenyap dan sakit-sakit pinggang/sendi belum bermunculan. Jadi jalan-jalanlah sepuasnya kalau sudah masuk trimester 2 ya para calon bumil. 😊

Ada 2 hal yang saya dan mungkin semua bumil lainnya tunggu-tunggu di trimester 2 kehamilan yaitu merasakan tendangan pertama dede dan USG ke 2 untuk tahu jenis kelamin dede. Tendangan pertama dede yang saya rasakan adalah pada malam hari sebelum tidur. Sambil mengelus perut saya ajak dedenya ngobrol. Kadang obrolan tidak harus sampai bersuara, bisa juga melalui batin. Ternyata dede meresponnya dengan tendangan kecil (seperti kedutan) beberapa kali. Walau hanya sebentar dan belum berasa seperti ‘tendangan’, sebagai calon ibu itu adalah momen cinta yang sangat luar biasa. Pada 18-20 weeks ditawarkan anomaly scan yaitu untuk melihat perkembangan fisik bayi secara keseluruhan termasuk mengetahui jenis kelamin bayi. Waktu itu USG ke 2 saya sekitar usia kehamilan 20 mingguan. Alhamdulillah sudah tau apa jenis kelamin dede jadi komunikasi dengan dede semakin mudah. 😊

Seperti biasa semua hasil test, pemeriksaan midwife maupun USG akan dilampirkan mereka pada handbook kehamilan saya sehingga sangat memudahkan saya untuk membacanya kembali karena semua sudah tersusun rapi dalam satu buku. Di sini, selain test urin dan tensi setiap sesi pertemuan dengan midwife, para bumil ditawarkan juga berbagai macam test lainnya yang mendukung kehamilan yang sehat. Misalnya tes darah meliputi screening for HIV, syphilis and hepatitis B, blood group, rhesus disease, anaemia, diabetes. Ada juga test for sickle cell and thalassaemia yang biasanya ditawarkan pada minggu ke 10. Di minggu ke 11 – 14 juga ditawarkan screening for Down’s syndrome. Semua test gratis dan kita berhak menolak jika dirasa tidak sesuai dengan kebutuhan pribadi. Selain itu, bumil juga disarankan ke dokter gigi untuk memastikan bahwa tidak ada masalah dengan kesehatan gigi. Gratis juga pastinya.

Saya merasa sangat beruntung bisa punya pengalaman hamil di sini. Pelayanan dari para midwife sangat memuaskan. Meskipun semua gratis, fasilitasnya sangat lengkap, mudah didapat, dan tidak sekedar gratis ala ala semata. Semua test dan pemeriksaan dilakukan dengan lembut dan penuh informasi. Tidak ada paksaan dan judgement jika kita menolak melakukan test tertentu walaupun midwife/rumah sakit sangat merekomendasikannya. Dan yang paling penting adalah Birthing Centre di Newcastle sangat pro persalinan normal. 😊

Cheers! @fidihersani

Sunday Market Newcastle

Kalau hari minggu bingung mau ngapain, biasanya saya dan hubby main ke Sunday Market Newcastle yang letaknya di Quayside. Rasanya pas sekali untuk menghabiskan waktu di hari minggu yang cerah pada musim semi ini. Sama seperti namanya, pasar ini hanya ada di hari minggu dan buka dari jam 9.30 pagi hingga jam 16.00. Jarak lokasi kurang lebih 1 km dari flat saya (di city center) jadi cukup jalan kaki sekitar 10 menitan saja kita sudah sampai. Berjalan kaki menjadi kebiasaan saya semenjak tinggal di Newcastle dan sepertinya memang merupakan gaya hidup orang-orang di sini juga. Salah satu kebiasaan sehat yang ditularkan oleh orang-orang di sini yang tidak sering saya lakukan dulu waktu di Jakarta.

Kembali ke Sunday Market, banyak jajanan dan barang-barang yang akan membuat kalian lapar mata kalau main ke sini. Rata-rata stall yang berjualan didominasi oleh jenis makanan dan minuman dari berbagai daerah atau negara. Harga makanan dan minuman yang dijual mulai dari £1 sampai kisaran £7. Terdapat juga stall lainnya seperti stall pakaian, ramal, buku, tas & dompet, aksesoris HP, figura, tanaman hias, mainan, dan lainnya. Stall dan food truck yang buka di Sunday Market ini berderet memanjang dari Swing Bridge hingga ke arah Gateshead Millennium Bridge. Setiap minggu variasi stall maupun food truck tersebut bisa jadi tidak selalu sama karena mereka berjualan bergantian dengan para penjual lainnya. Ada beberapa hal yang menarik perhatian saya kalau lagi jalan-jalan di Sunday Market ini, misalnya:

Makanan Indonesia

Ntah kenapa semenjak di sini saya segitunya ‘ngidam’ sama jajanan Indonesia. Padahal dulu waktu di Jakarta kalau ke mol pasti yang utama maunya Japanese food. Mungkin karena di sini makanan Indonesia lumayan langka jadi sekalinya tau ada yang jualan langsung saya beli. Selain itu kalau saya masak sendiri sering kali rasanya mengecewakan angan-angan lidah dan imajinasi perut (hehe). Ternyata di Sunday Market ini ada satu stall Indonesia yang namanya “I am Ayam.” YESSS! Penjualnya bule tapi patnernya orang Indonesia.

Menu yang tersedia lebih ke Indonesian street food. Menunya ada nasi rendang, mie ayam, mie goreng, siomay, bakso, sayap ayam dan sate. Setiap minggu menunya bisa berbeda-beda, terkadang hanya 4 menu saja yang tersedia dari berbagai menu tadi. Favorit saya di sini adalah siomay! Setiap main ke Sunday Market pasti ini adalah stall pertama yang saya lihat dan siomay adalah menu utama yang saya cari. Lumayan buat mengobati rasa kangen dengan jajanan abang-abang gerobakan yang ada di Jakarta. Harga makanan di I am Ayam ini £3 – £5, cukup murah dibanding beberapa stall lainnya yang satu porsi bisa sampai £6 atau £7.

DSCF0251-
I am Ayam
DSCF9441-
Siomay

Anjing Lucu

Jalan-jalan ke Sunday Market ini rasanya seperti datang ke kontes hewan, khususnya kontes anjing. Dalam satu momen mungkin saya bisa menemukan belasan jenis anjing-anjing lucu dengan berbagai ukuran dan warna. Seperti Pug, Chihuahua, Pitbull, Basset Hound, Dachshund, Bulldog, Husky, Great Dane, Maltese, Poodle, Shiba Inu, sampai anjing besar yang mirip beruang pun beberapa kali saya lihat di sini. Bentuknya yang unik dan lucu membuat saya kagum dan kadang sering terpikir ingin sekali memeliharanya. Kenapa saya bilang seperti kontes anjing, karena anjing-anjing itu well-groomed sekali dan benar-benar terlihat sangat bersih dan terawat. Excellent job to its master!

Saya tidak memelihara anjing tapi saya suka sekali melihat anjing-anjing bertebaran di sini. Apalagi kalau anjing yang hidungnya pesek dan badannya pendek seperti Pug, keliatan lebih menggemaskan dibanding anjing lainnya. Padahal kalau jarak saya berdekatan dengan anjing tersebut, mungkin saya akan menghindar. Takut kalau nanti tiba-tiba dijilat (hehe). Rasanya cukup mengagumi lucunya dari jarak satu sampai dua meter saja. Senang melihat tingkah anjing lucu itu sembari duduk manja menikamati siomay di pinggir sungai Tyne. Anggap saja hiburan gratis 😃

Dogs-
Dogs

Food Truck Unik dan Menarik

Selain stall, makanan di Sunday Market banyak dijual menggunakan food truck. Banyak sekali food truck dengan model, warna dan desain yang unik berjualan di sini. Mulai dari yang ukurannya mungil sampai yang ukurannya menyerupai restoran. Beberapa food truck yang berukuran besar biasanya menyediakan meja dan kursi untuk para pembeli. Desain-desain dari food truck tersebut memiliki daya tarik tersendiri bagi para pengunjung, termasuk saya. Biasanya setelah dari stall makanan Indonesia saya akan melirik food truck-food truck yang ‘mencolok’ untuk sekedar mengamati menu dan cara pembuatan makanannya.

Pada bagian body food truck tersebut biasanya tertulis daftar menu lengkap dengan harganya. Sehingga memudahkan pembeli memilih makanan/minuman yang diinginkan sebelum masuk ke garis antrian. Display makanan tertata dengan rapi di bagian dalam food truck dan dibuat semenarik mungkin agar dapat mengundang selera makan para pembeli. Beberapa stall makanan lainnya juga ada yang mendesain stallnya dengan warna warni yang unik, tetapi menurut saya tidak seunik bentuk-bentuk yang ditampilkan oleh para food truck.

Foodtrucks-
Food Trucks

Konsep Makan di Pinggir Sungai

Menurut saya Quayside adalah lokasi terbaik untuk dijadikan sebagai lokasi Sunday Market atau pasar-pasar sejenis lainnya (pasar kaget misalnya). Selain karena pemandangannya yang menyenangkan, lokasinya pun sangat luas/lebar sehingga banyak spot untuk memilih tempat duduk. Di Newcastle ada juga beberapa pasar lainnya yang konsepnya mirip dengan Sunday Market ini, seperti pasar yang buka ketika menjelang perayaan easter atau menjelang perayaan christmas. Namun biasanya lokasinya berada Grey’s Monument city center bukan di Quayside. Lokasi tersebut sangat padat dan tidak begitu luas sehingga sulit bagi para pengunjung ketika ingin mencari tempat duduk untuk menikmati makanan yang dibeli.

Rata-rata semua stall atau food truck di Sunday Market tidak menyediakan tempat duduk, dan hanya sekitar 3 atau 4 food truck berukuran besar saja yang menyediakan meja dan kursi layaknya restoran. Tetapi jangan khawatir, para pembeli tetap bisa leluasa menikmati makanan di sepanjang lokasi Quayside. Lokasinya yang luas membuat pengunjung bisa bebas memilih spot yang mereka suka dan bersantai menikmati pemandangan sekitar. Biasanya pengunjung menyantap makanan mereka pada kursi-kursi yang tersedia di sisi sungai atau pun duduk pada besi pembatas di pinggir sungai tersebut.

DSCF0107-
Food Truck with Tables
DSCF9878-
Sunday Market Newcastle’s View From Swing Bridge

Oke segitu dulu ceritanya.

Cheers! @fidihersani ❤

Jelajah Tempat Menarik di Sudut Kota Newcastle Upon Tyne

Sudah hampir 5 bulan saya dan hubby menetap di kota yang katanya merupakan kota paling bahagia sejagad UK. Saya ingat dulu kesan pertama pada kota ini waktu keluar dari bandara dan naik taksi menuju ke Fenham (nama daerah rumah sementara kita). Saya bilang ke hubby: “kalo udah tua tinggal di sini enak kali ya, kota tapi gak kota-kota banget.” Yap, itu yang saya suka dari Newcastle. Kota tapi tidak terlalu ‘kota’, suasananya lovely dan udaranya segar. Banyak tempat yang membuat saya kagum pada kota ini. Saya akan share tempat apa saja yang menarik untuk dikunjugi di kota Newcastle. Yuk intip!

St. James’ Park Stadium

St. James’ Park adalah stadion sepak bola di Newcastle dengan kapasitas sekitar 52 ribu penonton. Stadion sepak bola ini merupakan rumah bagi klub sepak bola Newcastle United. Lokasinya masih di dalam area city centre, cukup dekat dengan flat tempat saya tinggal. Di sekitar stadion terdapat halte bus, metro station, dan juga terjangkau dari central station sehingga memudahkan akses bagi para pengunjung dari berbagai daerah untuk mencapai stadion. Selain itu, terdapat juga tempat-tempat menarik lainnya yang dapat dijangaku dengan berjalan kaki dari stadion seperti, China Town (banyak restoran enak pastinya), Leazes Park, Newcastle University, dan hanya beberapa menit saja ke pusat perbelanjaan.

Hubby sempat mengikuti tour ke dalam St. James’ Park Stadium yang diadakan melalui kampus dengan biaya £4. Harga ini lebih murah karena pendaftaran tour dikoordinasikan oleh kampus. Di sana para pengunjung diberikan kesempatan untuk melihat langsung galeri sejarah klub, ruang ganti pemain klub, ruang ganti pemain lawan, tribun penonton, bench pemain cadangan, dan juga lapangan bolanya. Ruang ganti pemain Newcastle dibuat lebih bagus dan lebih luas dibanding ruang ganti pemain lawan. Ada juga satu area khusus bermain anak-anak dengan nuansa Newcastle United. Ini ditujukan untuk memperkenalkan Newcastle United sedini mungkin pada anak-anak dengan harapan dapat menumbuhkan kecintaan mereka pada klub sepak bola tersebut sejak kecil sebelum mereka banyak mengenal klub-klub sepak bola ternama lainnya.

dscf3475r
Hubby Stands on One of the Main Entrance
dscf2351r
Inside St. James’ Park Stadium

Leazes Park

Leazes Park adalah sebuah taman hijau yang berada bersebelahan dengan St. James’ Park Stadium dan masih dalam area city centre. Saya beberapa kali mengunjungi taman ini ketika hari terlihat cerah. Fasilitas yang tersedia cukup lengkap. Mulai dari tempat duduk yang tersebar di setiap sudut taman, jalur pejalan kaki, arena bermain anak, lapangan tenis, hamparan rumput hijau yang luas, dan juga spot memancing dipinggir danau. Menurut saya, hal yang paling menyenangkan dari taman ini adalah banyaknya angsa, bebek, dan burung-burung di sekitar danau yang membuat pemandangan taman terasa lebih hidup. Beberapa pengunjung sering kali membawa roti dan membuat hewan-hewan tersebut berkerumun untuk memakan rotinya.

Menikmati suasana Leazes Park dapat membangkitkan mood serta membuat perasaan lebih rileks dan senang. Harmonisasi antara kota dan taman kota di dalam satu area yang sama membuat Newcastle terasa sangat balance antara gedung-gedung unik dan ruang terbuka hijau. Meskipun banyak orang yang datang, Leazes Park selalu terlihat bersih dari sampah-sampah. Well yes, di sekitar danau pasti akan banyak kotoran-kotoran unggas, tapi selebihnya semua selalu tampak bersih. Taman ini mempermudah masyarakat setempat untuk menghibur diri tanpa harus mengeluarkan uang. I think this is a great place to escape the city centre without leaving the city centre. Am I right?

dscf8944r
the Lake
dscf9033r
Hubby and the Sun

Northumberland Street & Eldon Square

Northumberland Street bisa digambarkan seperti komplek pertokoan yang ada di daerah city centre Newcastle. Jalan ini terbilang cukup lengkap untuk mewakili semua kebutuhan, mulai dari pakaian, supermarket, perlengkapan olahraga, atm, bank, kantor pos, gadget, provider kartu dan lainnya. Toko-toko yang ada seperti Sport Direct, M&S, Boots, Primark, H&M, Fenwick, Burger King, Greggs, Costa, Three, EE, Barclays, PC World, Argos dan masih banyak lagi. Di sepanjang jalan Northumberland juga disediakan kursi-kursi untuk bersantai. Banyak pula para seniman jalanan yang menghibur para pejalan kaki dengan beragam kreatifitas mereka. Mulai dari bernyanyi, bermain berbagai jenis alat musik, mengukir sesuatu dari tumpukan pasir, hingga menjadikan ember bekas untuk ditabuh layaknya drum. Kamu bisa membeli beberapa cemilan lalu duduk di kursi yang tersedia di jalan ini sembari menikmati uniknya atraksi dan musik dari para seniman jalanan tersebut. Jika makanan kamu tidak habis, berikan saja pada burung-burung di sepanjang jalan ini yang pasti akan senang menghabiskannya.

Dari jalan Northumberland terdapat pula akses langsung untuk masuk ke dalam Eldon Squre. Isinya juga sangat lengkap dan tempatnya lumayan luas. Mulai dari department store seperti Debenhams dan John Lewis hingga tempat makanan minuman seperti Starbucks, Chatime, Nando’s dan lainnya tersedia di Eldon. Tidak heran jika setiap hari Northumberland Street & Eldon Square selalu terlihat sibuk karena lokasinya yang sangat strategis dan cukup dekat dengan dua kampus yaitu Newcastle University dan Northumbria University.

dscf9203r
Northumberland St and Intu Eldon Square

Gateshead Millennium Bridge

Gateshead Millennium Bridge adalah jembatan yang berada di atas aliran River Tyne yang menghubungkan antara Gateshead dan Newcastle. Jembatan ini mulai dibuka untuk umum pada bulan September 2001. Panjangnya membentang hingga 126 m melintasi River Tyne. Ada dua jalur yang tersedia yaitu, jalur untuk sepeda dan pejalan kaki. Pada bagian tengah antara jalur sepeda dan pejalan kaki tersedia tempat duduk permanen yang memanjang dari pangkal hingga ke ujung jembatan sebagai fasilitas umum. Sering kali para pejalan kaki duduk di tengah jembatan tersebut sembari menikmati pemadangan River Tyne dan Tyne Brigde. Banyak juga yang datang untuk sekedar selfie.

Pada malam hari, Gateshead Millennium Bridge juga terlihat menarik dengan warna warni lampu yang menyala di atasnya. Saat perayaan malam tahun baru misalnya, di sekitar lokasi ini dijadikan sebagai tempat atraksi kembang api yang dipertontonkan secara gratis. Kolaborasi antara lampu-lampu dari jembatan dan gedung di sekitarnya melengkapi keindahan letusan kembang api saat malam pergantian tahun tersebut. Keunikan arsitekturnya menurut saya menjadikan jembatan ini a must-see landmark in Newcastle. Jika beruntung, kita dapat melihat jembatan ini memutar ke atas untuk membuka ruang bagi kapal besar yang ingin melintasi sungai tersebut. Secara keseluruhan, view dari atas maupun dari tepi jembatan sangat bagus untuk difoto.

dscf2686r
Gateshead Millennium Bridge – View From Baltic Building
img_20170101r
Newcastle New Year’s Eve 2016

Angel of the North

Selain Gateshead Millennium Bridge, Angel of the North juga merupakan salah satu landmark Newcastle. Proses pembangunannya selesai pada tahun 1998 dengan tinggi bangunan mencapai 20 m dan lebar sayap 54 m. Monument ini berdiri megah di tengah hamparan rumput hijau yang sangat-sangat luas. Banyak para wistawan atau pun warga lokal yang datang untuk berfoto atau bermain dengan anak-anaknya maupun anjing peliharaannya. Semua orang bebas masuk ke sini tanpa dikenakan biaya untuk dapat berfoto di depan monument dan menikmati fasilitas yang ada di sekitarnya.

Lokasi Angel of the North dapat dicapai dengan naik bus dari Eldon Square Bus Station. Bus yang melewati tempat ini adalah bus nomor 21 Angel (warna hijau dengan gambar Angel of the North pada body bus). Harga tiket PP/return £3.90 per orang atau kurang lebih berkisar Rp.65.000 (tergantung kurs). Dibutuhkan waktu sekitar 30 menit perjalanan lalu berhenti di halte Durham Road – Deneford. Dari halte menuju monument Angel kita tempuh dengan berjalan kaki sekitar 500 m. Monument Angel ini berada di tempat terbuka sehingga kita dapat mengunjunginya kapan saja sepanjang tahun. Sedikit note, jangan lupa memakai topi dan jaket agar kamu tidak sakit mengingat hembusan angin di tempat ini terasa super sekali.

dscf3067r
the Angel and the (real) Angel *lol
dscf3190r
Angel of the North

Tynemouth Priory and Castle

Perjalanan menuju Tynemouth Priory and Castle ditempuh dengan menggunakan metro sekitar 30 menit dari Monument Metro Station. Jaraknya 15 km dari Newcastle city centre menuju ke Tynemouth Metro Station. Sesampainya di stasiun metro, kita masih perlu berjalan kaki kira-kira 500 m agar dapat mencapai priory dan castle-nya. Lokasi priory dan castle menghadap langung ke pantai. Ini menjadi bonus bagi kita sebagai para pengunjung karena kita juga dapat menikmati hamparan pantai yang biru dalam satu lokasi yang sama dengan priory dan castle. Meskipun banyak pantai-pantai di Indonesia yang jauh lebih keren, menurut saya pantai ini cukup memuaskan hati untuk dikunjungi.

Biaya masuk untuk dewasa adalah £5.20 atau kisaran Rp. 85.000 (tergantung kurs) per orang. Bagian dalam bangunan sudah runtuh dan tidak utuh lagi. Banyak cercahan bangunan yang terpisah satu sama lain. Hal ini menurut saya malah membuatnya terlihat unik dan terkesan lebih ‘bersejarah.’ Ada satu sudut di mana banyak sekali nisan-nisan dengan berbagai ukuran yang umurnya mencapai ratusan tahun. Perpaduan antara rerumputan hijau yang luas, serta priory dan castle membuat kuburan tersebut tidak terlihat menyeramkan sama sekali. Dogs are welcome here, jadi bagi yang punya anjing bisa diajak jalan-jalan ke sini juga. Ada juga beberapa fasilitas seperti toilet dan gift shop yang tersedia di bagian dalam.

dscf2712r
Tynemouth Priory and Castle – Front View
dscf2906r
Inside Tynemouth Priory and Castle

Newcastle University

Ini adalah kampus tempat hubby melanjutkan studi. Lokasi kampus ada di area city centre, sangat dekat dengan Haymarket (metro & bus station) dan Eldon Square. Dari flat menuju ke kampus dapat diakses dengan berjalan kaki sekitar 20 menit. Banyak gedung-gedung di Newcastle University yang berkonsep modern tapi banyak juga gedung yang masih kental ciri khas Inggrisnya. Kampusnya cukup luas dan dilengkapi dengan banyaknya fasilitas yang mendukung perkuliahan seperti library (buka 24 jam), laboratorium, dan museum.

Ada juga hal-hal yang menurut saya sederhana tapi sangat membantu hari-hari para mahasiswa, seperti tersedianya tap water, artinya mahasiswa hanya perlu membawa botol kosong saja untuk minum. Di gedung politik tempat hubby kuliah misalnya, selain tap water tersedia juga hot water dan microwave. Hubby bisa memanaskan bekelnya sambil menyeduh teh atau kopi hangat sembari menunggu kelas. Selain itu, di dalam area kampus terdapat juga masjid, café, bar, sport centre, gym, dan beberapa tempat makan seperti Subway dan Domino’s Pizza. Overall, dengan beragam fasilitas yang tersedia membuat mahasiswa (dan hubby) menjadi lebih nyaman untuk belajar.

dscf2337r
Main Entrance of Newcastle University
dscf6071r
Hubby and His Campus

Cheers! @fidihersani

Tempat Wisata Seru di Edinburgh Scotland

Tempat Wisata Seru di Edinburgh Scotland

Edinburgh merupakan kota yang sangat cocok untuk kamu yang ingin jalan-jalan hemat namun tetap berkualitas. Ada banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi dan hampir semua lokasi bisa dinikmati tanpa bayar. Jarak antara tempat wisata satu ke tempat wisata lainnya relatif dekat dan dapat dicapai dengan hanya berjalan kaki. Kita (me & hubby) biasa memilih kereta yang paling pagi setiap pergi jauh. Ini karena berwisata pasti akan memakan waktu seharian full, badan lebih fresh jika memulai perjalanan di pagi hari. Semakin lama waktu di tempat tujuan semakin banyak pula tempat yang mungkin dapat kita explore di hari itu. Plus, harga tiket cenderung lebih murah.

Tepat pukul 06.30 kita berangkat dari Newcastle Central Station menuju Waverley Railway Station. Perjalanan dari Newcastle ke Edinburgh hanya memakan waktu sekitar 1,5 jam menggunakan kereta. Tiket kereta yang kita beli PP/return untuk 2 orang sekitar £56. Kamu bisa mendapatkan harga yang lebih murah jika membeli tiket satu bulan sebelumnya. Rencana perjalanan kita di hari pertama akan dimulai dari Waverley Railway Station menuju ke arah Arthur’s Seat. Berikut tempat-tempat menarik untuk menghabiskan waktu liburan di Edinburgh:

Calton Hill

Calton Hill merupakan destinasi pertama yang kita pilih untuk menikmati terbitnya matahari dan keindahan city centre Edinburgh dari ketinggian. Pada bulan Desember lalu sunrise di Edinburgh adalah sekitar pukul 08.30, sangat pas dengan kedatangan kita di Edinburgh yang waktu itu pukul 08.05. Perjalanan menuju Calton Hill hanya memakan waktu 10 menit dengan jarak kurang lebih 750 m dari stasiun kereta. Kamu tidak perlu membayar apapun untuk masuk ke Calton Hill.

Di sini terdapat tiga monument yaitu, Dugald Stewart Monument, Nelson Monument, dan National Monument of Scotland. Dari sisi atas tebing di dekat Dugald Stewart Monument kamu bisa menikmati view city centre. Jika kamu tidak sempat ke Arthur’s Seat tetapi ingin melihat panorama kota Edinburgh dari sisi yang jauh lebih tinggi, kamu bisa naik ke dalam Nelson Monument dengan biaya £5. Kamu juga bisa menikmati hamparan rumput hijau yang luas dari bagian belakang National Monument of Scotland dengan Arthur’s Seat sebagai background-nya.

dscf6399r
Dugald Stewart Monument
dscf6639r
Nelson Monument & National Monument of Scotland
dscf6675r
Hubby & The Sunrise

Museum of Childhood

Destinasi kedua adalah The Royal Mile yang merupakan nama jalan yang sangat populer di Edinburgh. Kamu dapat menemukan banyak sekali toko-toko pakaian, oleh-oleh, café, dan restoran di sepanjang jalan Royal Mile. Ada pula beberapa museum yang menarik untuk dilihat. Salah satunya adalah Museum of Childhood. Museum ini akan membawa pikiran kita bernostalgia ke dalam keseruan masa kecil. Terdapat ratusan kumpulan boneka-boneka serta mainan-mainan vintage masa kecil dari generasi ke generasi, dari mainan yang paling kuno hingga yang paling modern. Tidak ada biaya apapun untuk menjelajah museum ini. Kamu juga diperbolehkan untuk mengambil foto dan video namun wajib tanpa menggunakan flash.

dscf6836r
Museum of Childhood
dscf6856r
Dolls Section

The People’s Story Museum

Masih di daerah Royal Mile, kamu akan menemukan The People’s Story Museum yang jaraknya sekitar 350 m dari Museum of Childhood. Museum ini menceritakan kehidupan sosial Edinburgh dan gambaran pekerjaan orang-orang tersebut dari masa ke masa. Gambaran yang diperlihatkan bukan tentang nama-nama orang terkenal  tetapi lebih kepada ‘real’ masyarakat Edinburgh. Tempatnya tidak terlalu besar, kita hanya butuh waktu 30 menit saja untuk berkeliling ke setiap sudut museum. For a free museum, can’t complain.  It’s a very simple museum but worth to visit.

dscf6905r
The People’s Story Museum
dscf6916r
Fish Lady

Scottish Parliament Building

Perjalanan dilanjutkan lagi hingga sampailah pada ujung jalan Royal Mile. Di sana kita menemukan dua tempat menarik yaitu Holyrood Palace dan Scottish Parliament Building. Holyrood Palace merupakan kediaman resmi raja dan ratu Scotland. Tempat ini terbuka untuk umum. Setiap orang yang ingin masuk ke bagian dalam palace dikenakan biaya £12. Berhubung hari sudah siang dan kita ingin mengejar sunset di puncak Arthur’s Seat, maka kita memutuskan untuk mengambil beberapa foto hanya dari bagian luar palace saja. Fyi, sunset di bulan Desember lalu adalah sekitar pukul 15.35 dan pada saat itu kita hanya memiliki waktu sekitar 40 menit untuk meng-explore kedua tempat ini. Rasanya sayang sekali jika £12 harus disia-siakan dengan perasaan terburu-buru karena keterbatasan waktu. Kita putuskan untuk memanfaatkan 40 menit di dalam Scottish Parliament. Plus, my hubby terlihat lebih tertarik belajar dan mengamati isi parliament dibanding palace. Plus, masuknya pun gratis. Plus, kita bisa save £12 untuk dinner.

dscf6940r
Scottish Parliament – Front View
dscf7015r
Main Room, Scottish Parliament

Arthur’s Seat

Setelah hari yang bahagia itu dibuka dengan sunrise di Calton Hill, rasanya memory di hari itu akan lebih lengkap indahnya jika kita dapat melihat sunset di Edinburgh dari puncak Arthur’s Seat. Letak Arthur’s Seat sudah jelas terlihat dari Scottish Parliament. Kita memerlukan waktu 1 jam untuk benar-benar sampai pada puncaknya. Bagi saya yang belum pernah sama sekali memiliki perngalaman mendaki bukit/gunung dengan berjalan kaki, pengalaman mendaki Arthur’s Seat terasa sangat melelahkan. Meskipun trek yang kita pilih relatif aman, saya tetap harus meminta hubby untuk berhenti berkali-kali agar kaki dan pinggang dapat beristirahat sejenak. Bagi kamu yang sudah biasa mendaki, trek Arthur’s Seat ini mungkin sangatlah mudah. Hal ini terlihat dari banyaknya anak-anak dan anjing yang juga dapat mendaki hingga sampai ke puncak.

Sesampainya kita di atas, hujan turun untuk beberapa saat. Angin pun berhembus sangat kencang. Namun semua terbayar dengan kecantikan sunset di hari itu. Langit kota yang biru perlahan berubah warna menjadi orange kemerahan. Dari sini kita dapat melihat hebatnya ciptaan Tuhan. Sangat berkesan dan sangat menakjubkan.

dscf7123r
Half Way to the Top of Arthur’s Seat
dscf7547r
Sunset From the Top of Arthur’s Seat

The Elephant House

Hari kedua di Edinburgh kita memilih untuk sarapan di tempat kelahiran buku Harry Potter. The Elephant House mulai popular dikunjungi oleh para wisatawan asing semenjak tersebar kabar bahwa J.K Rowling sering menulis dan mengarang buku-buku pertama Harry Potter di sini. Meskipun kita datang cukup pagi, kita tetap harus mengantri untuk dapat memesan makanan. Efek Harry Potter benar-benar membuat restoran ini selalu dipadati pengunjung.  Pagi itu kita memesan kopi dan hot chocolate serta 1 porsi salmon untuk berdua. Di sini tidak menyediakan wifi, sedikit berbeda dengan café pada umumnya. They said “talk to each other, pretend it’s 1995.” Really great place, makanannya enak dan staffnya ramah.

dscf7708r
Hubby Queuing for Our Breakfast
dscf7757r
Salmon + Espresso + Hot Chocolate

St. Giles Cathedral

Awalnya kita berencana untuk masuk ke dalam katedral ini. Tapi niat tersebut diurungkan karena kita terlalu lama duduk santai di The Elephant House sedangkan masih banyak tempat lain yang ingin kita lihat. Jika ingin masuk ke sini, mereka punya jam khusus untuk para pengunjung seperti, hari jumat dan sabtu buka pukul 9 – 5 pm dan hari minggu buka pukul 1 – 5 pm. Kamu bisa masuk dengan gratis tentunya.

dscf7844r
St. Giles Cathedral – Front View

Sherlock Holmes Statue

Monumen ini terletak di jalan Picardy Place dibangun sebagai simbol tempat kelahiran Sir Arthur Conan Doyle sang pencipta karakter Sherlock Holmes. Lokasinya sangat dekat dengan The Conan Doyle pub yang berada di sebrang jalan monumen. Ukuran patungnya tidak terlalu besar dengan posisi yang kurang mencolok. Sehingga kamu bisa saja melewatkan patung ini jika tidak memperhatikan sekitaran lokasinya dengan baik.

dscf7930r
Sherlock Holmes Statue
dscf7872r
The Conan Doyle Pub

Scott Monument

Scott Monument berada persis di sebelah Waverley Railway Station jika kamu keluar dari stasiun melalui Princes Street. Harga tiket masuk adalah £5 dan kamu harus membayar secara cash. Kamu bisa naik ke atas monumen ini untuk menikmati pemandangan kota Edinburgh.

dscf7963r
Scott Monument

Edinburgh Castle

Jarak Scott Monument menuju castle sekitar 1 km. Biaya untuk masuk ke dalam adalah £16.50. Bangunan castle tersebut sangat luas maka diperlukan waktu berjam-jam untuk dapat benar-benar meng-explore setiap sudut bangunan. Kita memutuskan untuk tidak masuk karena harga tiketnya lumayan mahal bagi kita yang memang ingin jalan-jalan hemat. Kita memanfaatkan waktu untuk mengambil foto dari bagian depan castle saja. Jangan sedih jika kamu juga tidak sempat masuk ke dalam. Bagian luar castle ini sudah sangat cukup untuk menciptakan hasil foto yang keren.

dscf8003r
Edinburgh Castle – Far View
dscf8119r
Edinburgh Castle – Front View

Princes Street Gardens

Setelah puas mengambil ratusan foto di sekitar castle, kita beristirahat sejenak di Princes Street Gardens. Nuansanya sangat indah dan terasa sangat rileks. Kita bisa memandangi uniknya bangunan castle dari sisi lain. Jika melihat castle tersebut dari dalam garden ini, rasanya seperti melihat bangunan di negeri dongeng. Such a wonderful view.

dscf8391r
Edinburgh Castle’s View from Princes Street Gardens
dscf8332r
Princes Street Gardens

Christmas Market Edinburgh

Salah satu tujuan utama kita datang ke Edinburgh waktu itu adalah untuk melihat christmas market-nya. Lokasinya berada di Princes Street, sama dengan lokasi Scott Monument. Terdapat ratusan stall yang buka di pasar tersebut. Banyak sekali makanan, minuman, tempat bermain untuk anak-anak, souvenirs, dan barang-barang lucu lainnya yang bisa kamu temukan. Pasar tersebut semakin terlihat megah dengan banyaknya lampu-lampu yang menghiasi stall dan arena bermain. Kamu bisa mencoba wahana permainan Star Flyer dengan biaya £7.5.  Konsepnya mirip dengan wahana Ontang Anting yang ada di Dufan Jakarta, bedanya Star Flyer ini pondasinya jauh lebih tinggi sehingga kamu dapat melihat secara keseluruhan warna warni pasar tersebut.

Setelah menghabiskan waktu berkeliling christmas market, kita kembali ke Newcastle dengan menggunakan kereta sekitar pukul 20.30 malam hari.

dscf7616r
Entrance to Edinburgh Christmas Market
dscf7612r
Souvenirs
dscf7596r
Christmas Market in Edinburgh

Sekilas tips buat berpergian:

  1. Bawa bekel dan cemilan untuk makan siang. At least kamu hanya mengeluarkan budget untuk 1x makan malam pada hari pertama.
  2. Extra baterai & extra memory. Hampir setiap sudut kota Edinburgh cantik untuk difoto. Buat para pencinta foto, akan menyesal kalau kehabisan baterai/memory kamera di tengah-tengah perjalanan.
  3. Sepatu kets/sneakers. Karena rata-rata semua tempat ditempuh dengan berjalan kaki, pakailah sepatu yang paling nyaman.
  4. Bikin itinerary sederhana. Ini akan sangat membatu menghemat waktu karena kamu sudah mengerti tempat mana saja yang akan dituju. Googling juga harga tiket masuk untuk memfilter tempat mana yang paling worth it dikunjungi jika harus mengeluarkan uang untuk membeli tiket masuk.

Cheers! @fidihersani